Rakernis Ditjen PTPP, Menteri AHY: Peran Pengadaan Tanah Penting bagi Pembangunan di Indonesia Konferensi Pers Menteri ATR/BPN usai membuka Rakernis Ditjen PTPP (foto: Doc.Istimewa)
Bratapos / Pemerintahan

Rakernis Ditjen PTPP, Menteri AHY: Peran Pengadaan Tanah Penting bagi Pembangunan di Indonesia

Terbit : 09-Aug-2024, 20:39 WIB // Pewarta : Shelor, Editor : Shelor // Viewers : 224 Kali

JAKARTA || Semeru.bratapos.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut bahwa peran Pengadaan Tanah sangat besar dalam pembangunan, baik untuk pembangunan yang tergolong Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Non-PSN di seluruh Indonesia.

Hal ini, disampaikan Menteri ATR/BPN saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) yang bertajuk "Sinergitas Pengadaan Tanah & Pengembangan Pertanahan, Demi Terciptanya Pembangunan Nasional Yang Mensejahterakan dan Berkeadilan Sosial" di Pullman Jakarta Central Park, pada Rabu (07/08/2024).

"Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum seperti infrastruktur, baik yang termasuk PSN maupun Non-PSN semuanya juga penting. Karena seringkali infrastruktur ini yang dinantikan masyarakat. Melalui infrastruktur, bisa menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pangsa pasarnya. Ini yang mesti kita terus tingkatkan, kita terus kawal," kata Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono.

Menteri AHY juga menyampaikan soal kegiatan Konsolidasi Tanah. Menurutnya, Konsolidasi Tanah merupakan terobosan kebijakan yang mengedepankan solusi baik. 

"Seperti halnya korban bencana gempa Cianjur. Setelah dilakukan Konsolidasi Tanah, para korban bencana akhirnya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik melalui relokasi dan pembangunan kembali," ujar Menteri AHY.

"Penataannya juga lebih bagus. Saya tahu ini, karena saya beberapa kali hadir di lapangan untuk program Konsolidasi Tanah," sambungnya.

Lebih lanjut Menteri AHY mengimbau kepada seluruh peserta Rakernis, untuk mengejar target penilaian tanah melalui kelengkapan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) demi mendorong nilai ekonomi. 

"Memang ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Completeness memang suatu ukuran, tapi kualitas Peta ZNT ini yang lebih penting. Kalau Peta ZNT berkualitas, maka produk ini benar-benar berguna bagi masyarakat khususnya para investor," ungkapnya.

Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) PTPP Kementerian ATR/BPN, Embun Sari, melaporkan bahwa pada kegiatan Pengadaan Tanah untuk pembangunan, baik yang sifatnya PSN dan Non-PSN, dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang berhasil merealisasikan tanah sebanyak 266 ribu hektare dengan total nilai ganti kerugian sebanyak Rp 468 triliun.

Sedangkan untuk penyelesaian penilaian ZNT dan nilai bidang tanah, saat ini telah mencapai seluas 40 juta hektare atau 59.18 persen cakupan dari seluruh Area Penggunaan Lain (APL) di indonesia.

"Kami disini bersama seluruh Penggawa Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan berkumpul menjadi satu. Mengharapkan dukungan, bimbingan, dan arahan dari Pak Menteri AHY agar program-program Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan senantiasa berjalan dengan baik," kata Embun Sari, Dirjen PTPP Kementerian ATR/BPN.

Turut hadir dalam Rakernis ini, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN; perwakilan Badan Bank Tanah; para Kepala Kanwil dan Kepala Kantah; serta para Pejabat Administrator di bidang Pengadaan Tanah dari seluruh wilayah Indonesia. (hms/rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu