Rehab SD Wangkal Wetan Diduga Menyimpang: Material Tak Sesuai Spek, Konsultan Pengawas Menghilang Rehab SD Wangkal Wetan Diduga Menyimpang: Material Tak Sesuai Spek, Konsultan Pengawas Menghilang / Kacab Semeru (01-Dec-2025)
Bratapos / Daerah

Rehab SD Wangkal Wetan Diduga Menyimpang: Material Tak Sesuai Spek, Konsultan Pengawas Menghilang

Terbit : 01-Dec-2025, 14:19 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 448 Kali

 

PASURUAN || Semeru.bratapos.com — Pekerjaan rehabilitasi SD Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kembali menuai sorotan. Proyek yang menggunakan anggaran APBD tersebut diduga dikerjakan tanpa memenuhi standar material yang telah ditetapkan, khususnya penggunaan pasir Lumajang sebagai bahan cor struktur utama.

Temuan ini diungkap saat tim Bratapos melakukan penelusuran langsung di lokasi proyek pada Senin (22/11/2025). Seorang pekerja mengaku bahwa pengecoran kolom dan tulangan gantung dilakukan tanpa pasir Lumajang serta tanpa dukungan alat molen. 

“Saya hanya mengerjakan sesuai perintah. Bahan cor seadanya, pasir Lumajang memang tidak ada. Molen juga tidak disediakan. Kalau mau jelas, hubungi saja inisial Dani, dia yang nyuruh,” ungkap pekerja tersebut sambil meracik bahan cor secara manual.

Ketika tim mencoba mengonfirmasi kepada pihak pelaksana, CV Lubis Abdi Jaya, melalui saudara Jibro yang disebut bertanggung jawab atas proyek ini, justru muncul pengakuan mengejutkan. 

“CV saya dipinjam oleh saudara Fahb…,” ujarnya enteng, seolah mengabaikan fakta bahwa proyek ini menggunakan uang negara dan menyangkut keselamatan siswa sebagai pengguna bangunan.

Kritik juga mengarah kepada konsultan pengawas dari CV Eka Design. Berdasarkan keterangan pekerja, konsultan hanya hadir sekali saat proses enset, lalu tidak pernah melakukan pengawasan lanjutan. Padahal, konsultan pengawas merupakan perpanjangan tangan Dinas Pendidikan untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi (speck), teknis konstruksi, serta administrasi.

Dari pantauan di lapangan, proyek berlangsung tanpa pendampingan pengawas. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa proses rehabilitasi SD Wangkal Wetan berlangsung tanpa kontrol yang memadai.

Perwakilan dari salah satu LSM, Heri, menegaskan bahwa pelaksana proyek seharusnya bekerja secara profesional dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan Dinas Pendidikan. Ia juga mengkritik keras sikap kontraktor yang terkesan lepas tangan saat dimintai klarifikasi.

“Ini proyek negara, uang rakyat Pasuruan, bukan uang pribadi. Kalau CV-nya dipinjamkan begitu saja lalu pekerjaannya asal-asalan, jelas menyalahi aturan. Yang lebih memprihatinkan, pihak dinas PPTK kok diam saja? Administrasi sudah jelas dilanggar, apalagi ini pekerjaan konstruksi sekolah. Bahayanya bukan main,” tegas Heri dengan nada tinggi, Senin (1/12/2025) siang.

Dengan munculnya dugaan penggunaan material tidak sesuai standar, minimnya alat pendukung, dan lemahnya pengawasan, proyek rehabilitasi SD Wangkal Wetan kini menjadi perhatian publik. Penggunaan APBD seharusnya menjamin kualitas bangunan demi keselamatan dan kenyamanan siswa, bukan sebaliknya.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan segera turun tangan, melakukan evaluasi, dan mengaudit pelaksanaan di lapangan. Jika terbukti terjadi pelanggaran, pihak rekanan maupun pihak terkait harus dimintai pertanggungjawaban. (ag/bp-psr)

 

Pewarta: Agung Indra

Editor/Publisher: Ruslan AG/Shelor 

Kacab Semeru Bratapos.com.


Pilihan Untukmu