Guide Kawah Ijen Serius Belajar Bahasa Mandarin, Siap Sambut Ledakan Wisatawan China Guide Kawah Ijen Serius Belajar Bahasa Mandarin, Siap Sambut Ledakan Wisatawan China / Kacab Semeru (11-Jun-2025)
Bratapos / Pariwisata

Guide Kawah Ijen Serius Belajar Bahasa Mandarin, Siap Sambut Ledakan Wisatawan China

Terbit : 11-Jun-2025, 17:22 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 191 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen terus menegaskan posisinya sebagai magnet pariwisata internasional, khususnya bagi wisatawan mancanegara asal Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi turis China di kawasan ikonik ini kian menguat. Namun, kendala bahasa menjadi tantangan serius yang menghambat kualitas layanan wisata, mengingat mayoritas pengunjung asal China tidak fasih berbahasa Inggris.

Menjawab tantangan tersebut, delapan pemandu wisata lokal yang beroperasi di kawasan Kawah Ijen kini mengikuti pelatihan intensif Bahasa Mandarin. Program ini digelar secara mandiri di Dusun Tanah Los, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, yang menjadi salah satu pintu masuk menuju Kawah Ijen.

“Sebagian besar wisatawan yang kami layani sekarang berasal dari China. Mereka jarang bisa Bahasa Inggris. Ini membuat kami kesulitan berkomunikasi di lapangan. Karena itu, kami berinisiatif untuk belajar Bahasa Mandarin secara serius,” ujar Sigit, salah satu pemandu wisata, pada Selasa (10/06/2025) sore.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Sulistiyani, pengajar Bahasa Mandarin asal Banyuwangi Kota. Meski harus menempuh perjalanan puluhan kilometer, ia mengaku antusias mendampingi para pemandu wisata mengembangkan kompetensi bahasa asing mereka.

“Sudah dua minggu saya mengisi kelas di sini. Mereka punya semangat tinggi dan progresnya cepat. Tinggal pembenahan pada pelafalan kata-kata yang mirip bunyi tapi beda makna. Ini langkah strategis, karena kendala komunikasi sempat memicu salah paham antara wisatawan dan pemandu,” terang Sulistiyani.

Ia menambahkan, pelatihan ini bukan sekadar kursus bahasa, tetapi juga investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas layanan wisata.

"Jika komunikasi berjalan lancar, maka pengalaman wisata pun jadi lebih nyaman dan berkesan. Ini penting untuk menjaga citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata dunia,” tegasnya.

Langkah para pemandu wisata ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pelaku industri pariwisata setempat. Mereka menilai inisiatif ini menunjukkan kesiapan SDM lokal dalam merespons dinamika pariwisata global yang semakin kompetitif dan menuntut adaptasi cepat.

Diharapkan, ke depan pelatihan semacam ini bisa mendapat dukungan lebih luas, baik dari pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, maupun institusi pendidikan. Sehingga, para pemandu wisata lokal tidak hanya menjadi penjaga alam Kawah Ijen, tetapi juga duta budaya dan komunikasi yang andal di tengah arus kunjungan wisatawan asing yang terus mengalir. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu