Video Kesulitan Pinjam Brankar Viral..!! RSUD Grati Akui Terjadi Miskomunikas Video Kesulitan Pinjam Brankar Viral..!! RSUD Grati Akui Terjadi Miskomunikas / Kacab Semeru (17-Nov-2025)
Bratapos / Daerah

Video Kesulitan Pinjam Brankar Viral..!! RSUD Grati Akui Terjadi Miskomunikas

Terbit : 17-Nov-2025, 14:40 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 71 Kali

 

PASURUAN || Semeru.bratapos.com — Sebuah video yang memperlihatkan keluarga pasien kesulitan meminjam brankar (tempat tidur beroda) di RSUD Grati, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (13/11/2025), menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik terhadap layanan rumah sakit tersebut. Video berdurasi singkat itu memperlihatkan keluarga yang kebingungan saat hendak membawa pulang jenazah pasien, namun tidak segera mendapatkan fasilitas brankar.

Menanggapi derasnya komentar publik, manajemen RSUD Grati memberikan klarifikasi resmi. Direktur RSUD Grati, drg. Dyah Retno Lestari, melalui Humas Ikka Deby Khardian, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan kelalaian pelayanan, melainkan akibat miskomunikasi antara keluarga pasien dan petugas lapangan.

“Seluruh pelayanan kesehatan di RSUD Grati selalu mengacu pada SOP. Namun pada peristiwa ini terjadi perbedaan persepsi dan kurangnya koordinasi di lapangan,” ujar Deby, Jumat (14/11/2025).

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika keluarga hendak membawa pulang jenazah pasien yang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD). Dalam situasi duka dan kepanikan, keluarga meminta brankar untuk memindahkan jenazah. Namun, brankar yang biasa digunakan ternyata sedang terbawa oleh ambulans desa yang pada saat itu tidak berada di lokasi.

“Petugas sempat menghubungi sopir ambulans untuk segera kembali, tetapi saat itu posisi ambulans berada di RSUD Bangil. Di sinilah terjadi miskomunikasi sehingga keluarga menunggu lebih lama,” tambah Deby.

Keterlambatan tersebut terekam dalam video yang akhirnya viral dan menimbulkan persepsi buruk terhadap pelayanan RSUD Grati.

Menyadari dampak viralnya video tersebut, pihak RSUD Grati segera bertindak cepat. Direktur Retno mendatangi langsung rumah duka untuk memberikan penjelasan sekaligus permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Saya sudah bertemu keluarga almarhum. Kami menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dirasa kurang maksimal. Ini menjadi pembelajaran besar bagi kami,” kata Retno.

Paman almarhum, Soleh, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul. Ia mengakui bahwa situasi emosional keluarga yang sedang berduka membuat komunikasi berjalan tidak kondusif.

“Kami panik dan semua serba emosional. Kami juga memohon maaf bila situasi ini menimbulkan banyak komentar di luar,” ujar Soleh.

Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan damai. Kedua pihak sepakat menganggap persoalan selesai dan berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi.

Direktur Retno menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menekankan pentingnya memperkuat sistem koordinasi, terutama dalam pengelolaan sarana penunjang seperti brankar dan armada ambulans.

“Kami jadikan ini sebagai momentum untuk memperbaiki pelayanan. Koordinasi internal, percepatan respons petugas, serta ketersediaan fasilitas akan kami perketat,” tegasnya.

Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa kepekaan layanan, terutama dalam situasi kedaruratan dan keluarga berduka, merupakan elemen penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. (ag/bp-psr)

 

Pewarta: Agung Indra

Editor/Publisher: Ruslan AG/Shelor 

Kacab Semeru Bratapos.com


Pilihan Untukmu