TWA Kawah Ijen Ditutup Satu Hari,  untuk Pulihkan Ekosistem dan Jaga Kebersihan TWA Kawah Ijen Ditutup Satu Hari, untuk Pulihkan Ekosistem dan Jaga Kebersihan / Kacab Semeru (05-Jun-2025)
Bratapos / Daerah

TWA Kawah Ijen Ditutup Satu Hari, untuk Pulihkan Ekosistem dan Jaga Kebersihan

Terbit : 05-Jun-2025, 16:30 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 97 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen akan ditutup satu hari, pada Jum'at (6/6/2025) besok. Penutupan ini berkaitan dengan kegiatan rutin bulanan pembersihan kawasan TWA Ijen untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan memulihkan ekosistem setempat.

Kepala Seksi V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Dwi Sugiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang dilaksanakan setiap Jum'at pekan pertama. Agenda ini biasa dikenal dengan “Ijen Rijig.”

“Ini kegiatan rutin. Tiap Jum'at awal bulan, jalur pendakian untuk wisatawan kita tutup karena kita bersih-bersih. Penutupan dilakukan selama 24 jam mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB,” kata Dwi Sugiarto, pada Kamis (5/6/2025).

Kegiatan tersebut, kata Dwi, bertujuan untuk membersihkan lingkungan dan memulihkan ekosistem di sekitar kawasan Ijen. Mulai mengumpulkan sampah, pemeliharaan jalur pendakian, hingga perawatan fasilitas umum. Selain itu, juga kesempatan untuk memberikan edukasi kepada warga sekitar tentang pengelolaan limbah di kawasan wisata.

“Ini juga bagian dari kita memberikan waktu bagi ekosistem di sana untuk memulihkan diri. Minimal sehari dalam sebulan, kita berikan kesempatan bagi satwa di sekitar Ijen untuk bergerak bebas tanpa merasa terganggu oleh pengunjung,” ungkap Dwi.

Ijen Rijig dimulai pukul 05.30 WIB dengan melibatkan banyak unsur. Mulai petugas Taman Wisata Alam (TWA) Ijen, komunitas lokal, pendaki, pelaku usaha wisata, hingga relawan.

“Tujuannya tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam,” ujar Dwi.

Kegiatan pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari puncak Gunung Ijen hingga areal Paltuding.

“H-1 biasanya kita sudah mulai dari bagian puncak. Sampah-sampahnya kita kumpulkan, selanjutnya diangkut ke bawah. Sehingga di hari Jum'atnya, kita tinggal fokus melakukan pembersihan di areal Paltuding,” urainya.

Sampah yang terkumpul dari kegiatan Ijen Rijig tersebut, selanjutnya diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Dewi Tari di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Di sana sampah akan dipilah, ada pula yang diolah menjadi pupuk organik. Sementara residu-nya, akan diangkut ke TPA.

Untuk diketahui, TWA Kawah Ijen merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Destinasi yang terkenal dengan fenomena api biru (blue flame) nya ini, telah masuk dalam jaringan Geopark Dunia (Unesco Global Geopark/UGG). 

Seorang wisatawan asal Bali, Reza, saat mengunjungi Ijen pada pekan lalu menyatakan bahwa Ijen adalah salah satu gunung terbersih yang pernah didaki. 

“Saya sudah mendaki sejumlah gunung di Bali dan Jawa. Ijen menurut saya adalah yang paling bersih," ungkap Reza. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu