Tragis.!! Pria 34 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur Rumahnya Kapolsek Giri AKP Budi Mujiono, saat mendatangi rumah duka (foto: Doc.Istimewa/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Tragis.!! Pria 34 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dapur Rumahnya

Terbit : 21-Mar-2025, 23:55 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 325 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Warga Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, digegerkan dengan peristiwa tragis seorang pria yang ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. Korban diketahui bernama Suharto (34), seorang buruh bangunan yang tinggal seorang diri. Ia ditemukan tak bernyawa, pada Jum'at (21/03/2025) sekira pukul 19.00 WIB.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Hari Diantara (35), sepupu korban. Hari yang sehari-hari melihat aktivitas Suharto mulai curiga karena sejak sore rumah korban tampak sepi dan korban tidak terlihat di teras, tempat biasanya ia duduk.

"Biasanya ada aktivitas, tapi sore tadi rumahnya sepi. Saya curiga," ujar Hari kepada petugas.

Kecurigaan semakin kuat hingga akhirnya Hari bersama dua anggota keluarga lainnya mendobrak pintu rumah dan terkejut menemukan Suharto dalam keadaan tergantung di dapur dengan seutas tali melilit lehernya.

Sontak, suasana berubah menjadi panik. Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Giri dan meminta bantuan medis dari Puskesmas Mojopanggung. Tak lama, petugas dari Inafis Polresta Banyuwangi tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut. 

Namun sayang, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Giri, AKP Budi Mujiono, mengungkapkan bahwa Suharto diketahui baru saja keluar dari rehabilitasi di IPWL LRPPN, Jalan Kepiting, Banyuwangi. Ia menjalani rehabilitasi selama dua bulan akibat ketergantungan obat daftar G (obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter).

"Korban baru sekitar satu minggu keluar dari tempat rehabilitasi, sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri," jelas AKP Budi.

Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab Suharto mengakhiri hidupnya. Sebab, selama ini ia dikenal sebagai pribadi baik dan aktif bergaul dengan warga sekitar. Keluarga juga mengaku tidak melihat tanda-tanda perubahan sikap atau masalah yang mencurigakan sebelumnya.

Pasca kejadian, pihak keluarga korban langsung berdiskusi dengan pihak kepolisian. Dalam keterangannya, keluarga menolak dilakukan autopsi dan memilih untuk mengikhlaskan kepergian Suharto.

"Pihak keluarga korban tidak menginginkan autopsi, karena sudah mengikhlaskan meninggalnya korban dan telah membuat surat pernyataan resmi," tutup Kapolsek Giri.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar, terutama bagi mereka yang baru saja menjalani masa rehabilitasi atau mengalami tekanan hidup. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu