Tradisi Ritual "Resik Kagungan", Jejak Spiritual Masyarakat Cungking Setiap Bulan Rajab Tradisi Ritual "Resik Kagungan", Jejak Spiritual Masyarakat Cungking Setiap Bulan Rajab (foto: Doc.Istimewa/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Tradisi Ritual "Resik Kagungan", Jejak Spiritual Masyarakat Cungking Setiap Bulan Rajab

Terbit : 12-Jan-2025, 16:22 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 256 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Di tengah hiruk pikuk modernisasi zaman, masyarakat lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, tetap teguh memegang tradisi leluhurnya. Salah satunya tradisi ritual yang paling di sakralkan yaitu Resik Kagungan, yang digelar dengan penuh khidmat, pada Minggu (12/01/2025) siang.

Resik Kagungan merupakan sebuah prosesi pembersihan pusaka peninggalan Buyut Cungking yang rutin digelar setiap bulan Rajab. 

Prosesi Resik Kagungan ini, diawali dengan doa bersama dan menyantap jenang Pangapura sebagai simbol permohonan maaf kepada leluhur.

Beberapa pusaka peninggalan Buyut Cungking, diantaranya berupa Tombak, Keris Kagungan, Sangku, Layang, Sirip Ikan Agung, Endog Kebo, Krikil Swargo, Krikil Madinah, Tepung Gelang, dan Grito, dikeluarkan dari Tajug dengan penuh hormat.

Khusus untuk pusaka Tombak, pembersihan menggunakan bahan khusus yakni jeruk nipis, bubuk katul, dan serutan bambu. Sementara untuk pusaka lain, dibersihkan dengan air yang nantinya diperebutkan warga karena dipercaya membawa tuah. 

“Tombak ini pusaka Buyut Cungking yang spesial. Konon dulu terdapat dua tombak, satu dipegang Presiden Soekarno dan satu lagi di Cungking ini,” ungkap Jam'i, juru pelihara makam Buyut Cungking.

Ritual Resik Kagungan ini telah berlangsung turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Buyut Cungking atau Ki Wongso Karyo, merupakan tokoh yang sangat dihormati di kalangan masyarakat Cungking. Beliau dipercaya sebagai pendiri desa dan memiliki peran penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah tersebut. 

Pusaka-pusaka yang dibersihkan dalam ritual ini, dipercaya memiliki kekuatan spiritual dan menjadi simbol kesatuan masyarakat.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi Ritual Resik Kagungan juga memiliki makna yang sangat dalam. Ritual ini dipercaya dapat membawa berkah, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Cungking. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu