PASURUAN, Semeru.bratapos.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas terus diperkuat. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil menjadi salah satu ujung tombak peningkatan mutu pelayanan dengan dukungan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Tahun Anggaran 2025.
Dana tersebut difokuskan untuk mendukung lima program strategis yang berorientasi pada peningkatan sarana, prasarana, dan efisiensi pelayanan medis, guna memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang semakin baik dan berstandar nasional.
Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes., selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pelayanan publik di bidang kesehatan.
“Pemanfaatan dana DBHCHT dan DAK ini kami arahkan sepenuhnya untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, baik dari segi sarana, prasarana, maupun kebutuhan medis harian,” ujar dr. Arma Roosalina, Senin (20/10/2025).
Berdasarkan dokumen pelaksanaan kegiatan, terdapat lima sub-kegiatan prioritas yang menjadi fokus RSUD Bangil tahun ini, meliputi:
1. Pengembangan Rumah Sakit – Peningkatan kapasitas layanan dan perluasan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pasien yang terus bertambah.
2. Rehabilitasi dan Pemeliharaan Rumah Sakit – Perbaikan dan penyesuaian infrastruktur agar tetap memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan pasien.
3. Pengadaan Alat Kesehatan dan Alat Penunjang Medik – Pemenuhan peralatan modern untuk menunjang layanan diagnostik dan tindakan medis yang lebih akurat dan efisien.
4. Pemeliharaan Rutin dan Berkala Alat Kesehatan – Menjamin keandalan peralatan medis agar pelayanan tidak terganggu dan tetap aman digunakan.
5. Pengadaan Obat, Bahan Habis Pakai, Vaksin, serta Konsumsi Pasien – Memastikan kebutuhan medis harian terpenuhi tanpa hambatan logistik.
Lebih lanjut, dr. Arma menjelaskan bahwa dukungan dana DBHCHT dan DAK menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor kesehatan. Pendanaan tersebut tidak hanya menambah daya dukung operasional rumah sakit, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pencapaian target nasional di bidang pelayanan publik.
“Dengan dukungan anggaran ini, kami berkomitmen meningkatkan kenyamanan pasien, memperkuat ketersediaan alat kesehatan, serta memastikan mutu layanan tetap sesuai standar nasional,” imbuhnya.
Kebijakan pendanaan melalui DBHCHT juga menjadi implementasi nyata prinsip revenue sharing—di mana penerimaan dari sektor cukai hasil tembakau dikembalikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Program yang dijalankan RSUD Bangil tahun ini diharapkan mampu meningkatkan indeks kepuasan pasien, mempercepat waktu layanan, serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang aman, nyaman, dan profesional.
Dengan langkah strategis tersebut, RSUD Bangil terus menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang tidak hanya melayani, tetapi juga berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. (ag/bp-psr)
Pewarta: Agung Indra
Editor/Publisher: Ruslan/Shelor
Kacab Semeru Bratapos.com