BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Menjelang waktu berbuka puasa, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garda Wali Songo Kabupaten Banyuwangi menggelar aksi sosial dengan membagikan 300 bungkus takjil kepada para pengguna jalan di Simpang Lima (perliman) Banyuwangi, pada Minggu (09/03/2025) sore.
Dalam waktu kurang dari 1 jam, seluruh takjil ludes dibagikan kepada pengendara motor dan masyarakat yang melintas.
Ketua DPC Garda Wali Songo Banyuwangi, Moch Supriaji, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian organisasi terhadap sesama, terutama di momen bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini.
"Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, dengan berbagi takjil kami berharap dapat membantu mereka yang sedang dalam perjalanan agar bisa berbuka tepat waktu," ujar pria yang akrab disapa Aji Bagaskara itu.
Aksi berbagi takjil ini pun disambut antusias oleh para pengendara. Banyak dari mereka yang mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif Garda Wali Songo. Bahkan beberapa warga sengaja berhenti sejenak untuk menerima takjil yang dibagikan dengan penuh kehangatan oleh para anggotanGarda Wali Songo.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan, sesuai dengan ajaran Walisongo. Berbagi takjil hanyalah salah satu bentuk kecil dari misi besar dalam menjaga persatuan bangsa dan melestarikan budaya Nusantara," ungkap Aji.
Untuk diketahui, Garda Wali Songo sendiri merupakan organisasi pergerakan berbasis keislaman dan kebangsaan yang menjadikan ajaran Walisongo sebagai pedoman utama dalam perjuangannya.
"Organisasi ini memiliki misi besar dalam menjaga persatuan bangsa, yakni melestarikan budaya Nusantara dan menegakkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," terangnya.
Garda Wali Songo berkomitmen, untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak. Dengan visi "Rekso Bongso Negoro Agomo Ian Budoyo" yang memiliki makna melindungi bangsa, negara, agama, dan budaya.
Misi utama organisasi ini mencakup berbagai aspek, seperti menjaga kesatuan bangsa dari perpecahan, menolak penindasan dan rasisme, memperjuangkan keadilan sosial, serta melestarikan sejarah dan ajaran Walisongo agar tetap relevan di kehidupan modern. Selain itu, organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan guna menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, berakhlak, dan berbudaya.
Lebih lanjut Aji Bagaskara menegaskan, bahwa Garda Wali Songo tidak hanya bergerak dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam upaya menjaga moralitas bangsa.
"Kami ingin memastikan, bahwa ajaran Walisongo tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi benteng dalam menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman perpecahan dan pengaruh negatif," tegasnya.
Garda Wali Songo berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan harmonis.
"Ke depannya, kami berencana untuk menggelar lebih banyak kegiatan sosial guna membantu sesama dan memperkuat persatuan bangsa," pungkas Aji. (rag/bp-bwi)