PASURUAN, Semeru.bratapos.com — Pekerjaan pembangunan saluran irigasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, diduga menyimpan banyak kejanggalan. Sejumlah indikasi pelanggaran prosedur ditemukan di lapangan, mulai dari ketiadaan papan informasi proyek, hingga dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Pantauan awak media di lokasi, Rabu (15/10/2025), proyek yang disebut sebagai renovasi dan perbaikan saluran irigasi di dekat Balai Desa Banjarsari itu tampak dikerjakan tanpa adanya papan nama proyek. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan kewajiban setiap pelaksana proyek pemerintah sebagai bentuk transparansi publik.
Papan informasi proyek berfungsi untuk memberi tahu masyarakat mengenai sumber anggaran, volume pekerjaan, waktu pelaksanaan, hingga identitas kontraktor dan pengawas lapangan. Ketiadaannya menimbulkan dugaan bahwa proyek ini berpotensi “gelap” dan tidak sesuai aturan.
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui apa pun soal papan proyek.
“Saya hanya tukang, tidak tahu soal papan nama atau sumber anggarannya,” ujarnya singkat.
Temuan lain, batu yang digunakan dalam pekerjaan tersebut tampak dari jenis batu padas atau bahkan batu bekas (limbah), yang mudah rapuh dan tidak layak untuk konstruksi saluran air. Selain itu, pemasangan batu terlihat tidak rapi dan tidak memenuhi standar kekuatan.
Hal ini disayangkan oleh Ali, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suropati. Ia menilai kualitas pekerjaan tersebut jauh dari harapan, apalagi jika proyek itu benar bersumber dari anggaran provinsi.
“Batu yang dipakai jenisnya keropos, bahkan ada yang tampak seperti batu limbah. Pemasangannya pun tidak rapi. Kalau proyek ini betul dari Dinas Pengairan Provinsi, maka ini justru memperburuk citra pemerintah. Harusnya jadi contoh dalam menjaga kualitas pekerjaan, bukan malah menurunkan kepercayaan publik,” tegas Ali.
Saat dikonfirmasi, perangkat Desa Banjarsari membenarkan bahwa proyek tersebut pernah ditegur oleh kepala desa karena dinilai dikerjakan secara asal-asalan.
“Dulu sempat ada surat pemberitahuan dari pihak mandor, bahwa akan ada renovasi saluran irigasi. Tapi setelah kami lihat hasilnya kurang memuaskan, kepala desa sampai menegur karena pekerjaan itu tidak sesuai harapan,” ujar salah satu perangkat desa.
Kepala Desa Banjarsari, yang ditemui tim media di rumahnya, juga membenarkan hal tersebut. Ia mengaku sempat menegur pelaksana proyek yang diketahui bernama Cipto, karena mutu pekerjaan di lapangan dianggap tidak layak.
“Saya sudah hubungi mandornya, namanya Cipto. Saya bilang, kalau pekerjaan ini kurang bagus, ya diperbaiki. Bahkan saya sempat bercanda, saya bilang kalau memang mau buang hasilnya yang tidak layak, taruh saja di balai desa, biar saya buat urug. Itu bentuk kekecewaan saya karena pekerjaan tidak sesuai standar,” tutur kepala desa.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, pelaksana proyek yang berinisial Cip mengaku hanya menjalankan instruksi dari atasan.
“Saya hanya kuli pelaksana, disuruh pakai semen jenis itu oleh bos. Jadi saya tidak tahu urusan teknis lain,” ujar Cip singkat.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dari pihak Dinas Pengairan Provinsi maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait. Apalagi hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak rekanan atau instansi pelaksana yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Minimnya transparansi dan pengawasan membuat publik menduga proyek ini berpotensi menjadi “proyek siluman”, yakni proyek yang tidak jelas sumber anggaran dan penanggung jawabnya.
LSM Suropati meminta, agar instansi terkait segera turun tangan melakukan audit teknis di lapangan.
“Kalau tidak diawasi, dikhawatirkan anggaran negara disalahgunakan dan hasil pekerjaan tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur maupun UPT Pengairan wilayah setempat belum memberikan keterangan resmi. Tim masih berupaya mengonfirmasi untuk memperoleh penjelasan dari pihak terkait mengenai asal proyek dan mekanisme pelaksanaannya. (ag/bp-psr)
Pewarta: Agung Indra
Editor/Publisher: Ruslan/Shelor
Kacab Semeru Bratapos.com