JEMBER || Semeru.bratapos.com – Laka Lantas terjadi di jalan raya KM 13 menuju arah Lumajang, tepatnya di Perlintasan Rel Kereta Api Pecoro, Dusun Krajan, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, pada Jum'at (24/01/2025) sekira pukul 03.30 WIB subuh.
Kecelakaan tersebut melibatkan KA Wijaya Kusuma dengan Nomor Loko : 49417 yang di kemudikan oleh masinis berinisal HA, dengan sebuah Minibus KIA Carnival Nopol B-1316-TMI yang di kemudikan oleh inisial SBA (40) warga Bangsalsari, Jember.
Dari penuturan saksi yang berada di lokasi kejadian, pria paruh baya berinisial TR (60) mengatakan, kecelakaan ini bermula Minibus KIA Carnival berjalan dari arah timur ke barat dengan kecepatan rendah.
"Sedangkan KA Wijaya Kusuma berjalan dari arah sebaliknya, yaitu dari Barat ke Timur," tutur TR.
Tepat di perlintasan Kereta Api Pecoro, saat pengemudi Minibus KIA Carnival hendak melewati jalur tanpa palang pintu ini, tiba-tiba dari arah barat KA Wijaya Kusuma juga akan melintasi jalur tersebut. Pengemudi minibus kaget begitu mendengar klakson kereta api, dan melihat ada lampu kereta api yang sudah dekat, refleks sopir minibus memutar stir ke kiri.
Namun dikarenakan sudah terlalu dekat dengan perlintasan, hingga terjadilah tabrakan yang tak terhindarkan. Beruntung dalam tabrakan ini tidak ada korban jiwa, hanya body depan Minibus KIA Carnival mengalami kerusakan yang cukup serius.
Adapun penyebab terjadinya kecelakaan ini, diduga karena petugas penjaga perlintasan tertidur saat Kereta Api hendak melintasi jalur tersebut.
Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarta, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S., melalui Kanit Laka Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nuralamsyah, menyampaikan himbauan kepada masyarakat pengguna jalan yang hendak melewati perlintasan Kereta Api Pecoro agar selalu berhati-hati.
"Tengok kanan kari saat akan melintas dan memelankan laju kendaraan, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan," imbaunya.
"Apalagi saat curah hujan turun, perlintasan ini cukup berbahaya bagi pengguna jalan. Karena perlintasan menjadi licin" ujar Ipda Tommy Nuralamsyah. (rup/bp-jbr)