PT Pasifik Harvest Ekspor Ikan Kaleng ke Afrika, Banyuwangi Kian Moncer di Pasar Global PT Pasifik Harvest Ekspor Ikan Kaleng ke Afrika, Banyuwangi Kian Moncer di Pasar Global / Kacab Semeru (30-Apr-2025)
Bratapos / Daerah

PT Pasifik Harvest Ekspor Ikan Kaleng ke Afrika, Banyuwangi Kian Moncer di Pasar Global

Terbit : 30-Apr-2025, 20:22 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 526 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Banyuwangi terus membuahkan hasil. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Pasifik Harvest Indonesia, perusahaan pengolahan ikan dalam kaleng yang rutin mengekspor produknya ke puluhan negara di lima benua.

Pada Rabu (30/04/2025), perusahaan ini kembali mencatatkan capaian ekspor signifikan dengan mengirim enam kontainer produk ikan kaleng ke Mozambik dan Kongo senilai 157 ribu dolar AS.

Direktur Operasional PT Pasifik Harvest Indonesia, Arif Gunawan, menyampaikan bahwa ekspansi pasar luar negeri yang mereka lakukan tidak lepas dari dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Pemerintah sangat membantu, khususnya melalui percepatan perizinan dan kemudahan fasilitas ekspor. Ini membuat kami bisa fokus mengembangkan produksi,” ujar Arif.

Ekspor kali ini juga menjadi momen penting, karena merupakan pengiriman perdana menggunakan Fasilitas Kawasan Berikat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Fasilitas ini memberikan keringanan berupa pembebasan bea masuk bahan baku dan penundaan pajak, yang sangat menguntungkan bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor.

Arif berharap, agar iklim investasi di Banyuwangi tetap stabil dengan regulasi yang konsisten.

“Kami berharap kebijakan dan standar regulasi tidak berubah-ubah, agar dunia usaha bisa beradaptasi dan berkembang dengan lebih baik,” harapnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, juga menyoroti potensi besar Banyuwangi sebagai daerah tujuan investasi.

“Banyuwangi dan Jawa Timur secara umum menunjukkan pertumbuhan positif sebagai destinasi investasi. Fasilitas Kawasan Berikat menjadi salah satu upaya pemerintah, untuk mendorong daya saing produk lokal di pasar global,” ungkap Agus.

Ia menyebut saat ini sudah ada empat perusahaan di Banyuwangi yang memperoleh fasilitas tersebut, dan ke depan jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring meningkatnya minat pelaku usaha.

Sementara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Selama dijalankan sesuai aturan, kami akan terus mendukung investor untuk tumbuh dan bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional,” ujar Ipuk.

Ipuk juga mengungkapkan, bahwa nilai ekspor Banyuwangi terus mengalami kenaikan. Pada 2023, total ekspor mencapai 177,8 juta dolar AS, dan pada 2025 meningkat menjadi 196 juta dolar AS. Produk asal Banyuwangi telah berhasil menembus pasar di lebih dari 80 negara di berbagai benua.

“Kami mengapresiasi langkah PT Pasifik Harvest yang terus konsisten memperluas pasar ekspor. Ini adalah bukti, bahwa Banyuwangi mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Ipuk. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu