Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati Ipuk Ajak Semua Stakeholder Bahu-Membahu Membangun Banyuwangi Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati Ipuk Ajak Semua Stakeholder Bahu-Membahu Membangun Banyuwangi / Kacab Semeru (16-Mar-2025)
Bratapos / Daerah

Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati Ipuk Ajak Semua Stakeholder Bahu-Membahu Membangun Banyuwangi

Terbit : 16-Mar-2025, 21:22 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 155 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Peringatan Nuzulul Qur'an dijadikan momentum oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk konsolidasi dengan seluruh stakeholder. Mulai dari Forum Pimpinan Daerah, Politisi, Ulama, Pengusaha dan segenap tokoh masyarakat yang berlangsung di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, pada Minggu (16/03/2025) sore.

“Kami mengajak bapak/ibu semua untuk bahu-membahu membangun daerah. Di tengah efisiensi yang sedang dilakukan oleh pemerintah, tiada lain yang bisa dilakukan selain terus menjaga solidaritas dan gotong royong,” ajak Bupati Ipuk.

Menurut Ipuk, Banyuwangi sedang menekankan pelaksanaan efisiensi dengan efektif. Namun, tetap memastikan pembangunan dan pelayanan publik tidak terganggu.

“Kami pastikan, pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu,” tegasnya.

Tampak hadir dalam peringatan Nuzulul Qur'an tersebut, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edi Haryanto beserta sejumlah anggota legislatif lainnya. Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra dan Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.

Sejumlah Kyai sepuh juga turut berdoa bersama dalam acara tersebut. Hadir di antaranya KH. Suyuti Thoha (Tegaldlimo), KH. Hasan Toha (Srono), Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimini Asymuni, Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Ghozali, KH. Ir. Achmad Wahyudi dan puluhan Kyai dan bu nyai lainnya.

Sementara itu, menurut KH. Toha Muntaha yang mengisi tausiyah pada acara tersebut menyampaikan momen Nuzulul Qur'an harus menjadi saat kembali ke Al-Quran. Apapun tantangan yang akan dihadapi, harus tetap berpegang teguh dengan ayat-ayat suci tersebut.

“Menghadapi efisiensi ini, tidak boleh kemudian membuat kita ngelokro. Lemes. Kita harus tetap produktif dengan berbagai inovasi-inovasi,” ungkap pengasuh PP. Minhajut Thullab, Krikilan, Glenmore itu.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh KH. Ahmad Munif Syafaat yang juga mengisi ceramah. Banyuwangi selama ini dikenal dengan berbagai inovasinya yang bisa menjadi solusi di tengah keterbatasan yang ada. 

“Insyallah, jika kompak semuanya bisa diatasi,” tegas pengasuh PP. Darussalam, Blokagung yang juga pernah menjadi anggota DPRD Banyuwangi itu.

Rangkaian peringatan Nuzulul Qur'an ini, di awali dengan khotmil qur'an bil ghaib di Pendopo Shaba Swagata Blambangan. Pembacaan ayat suci tersebut, dilakukan oleh puluhan hafidzah (perempuan penghafal al-Quran) se Banyuwangi yang terkumpul dalam Jamiyah Huffadzil Quran (JHQ) Banyuwangi. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu