JEMBER || Semeru.bratapos.com – Staf Teritorial Markas Besar (Ster Mabes) TNI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar kegiatan Keluarga Berencana (KB) Kesehatan, pada Kamis (27/02/2025).
Dalam kegiatan KB Kesehatan tersebut, sebanyak 300 penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil dan balita menerima PMT berupa sembako yang terdiri dari minyak, beras, telur, susu SGM dan Prenagen, serta gula.
Asisten Teritorial Panglima TNI Mayor Jenderal TNI, M. Naudi Nurdika, mengatakan bahwa Kegiatan KB Kesehatan ini untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul. Sehingga mampu menjadi alat juang yang tangguh, guna meningkatkan sistem pertahanan semesta dalam rangka menghadapi segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang sangat penting sebagai penentu kemajuan sebuah bangsa, Oleh karena itu, sumber daya manusia yang unggul harus dipersiapkan oleh negara sejak dini. Yaitu dimulai dari sejak dalam kandungan, kelahiran dan saat masa pertumbuhan hingga memperoleh pendidikan," kata Mayor Jenderal TNI M. Naudi Nurdika.
Pihaknya mengungkapkan, untuk memperoleh kondisi tersebut tentunya menjadi kewajiban kita semua, baik dari pemerintah pusat, kementerian dan lembaga harus bekerjsama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul. Sehingga dapat mewujudkan indonesia menjadi negara maju, kuat dan mampu bersaing dengan negara-negara besar lainnya.
"Kondisi saat ini, produktivitas SDM di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Secara umum, kasus anak stunting di indonesia masih mencapai angka 21,5% dan akan ditargetkan pada tahun 2025 turun menjadi 18%. Berdasarkan data BKKBN, Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah yang memiliki angka prevalensi stunting yang cukup tinggi di akhir tahun 2024 yaitu sebesar 7,43%," ungkapnya.
Hal ini, tentunya menjadi hambatan bangsa indonesia untuk bersaing dengan negara-negara-negara maju. Kondisi stunting timbul karena faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor kekurangan gizi yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, namun juga disebabkan karena faktor pola asuh, kebersihan, kesehatan lingkungan, serta sanitasi yang buruk di tengah masyarakat.
"Upaya TNI dalam membantu pemerintah, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia indonesia yang unggul. Maka pada hari ini, staf teritorial TNI bekerjasama dengan Pemkab Jember melaksanakan rangkaian kegiatan KB-Kesehatan di wilayah kodim 0824/jember Tahun 2025," terangnya.
Selain itu, KB-Kesehatan ini juga dirangkai dengan beberapa kegiatan yang meliputi, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pekarangan pangan lestari (P2L) bagi ibu-ibu hamil dan pasca nikah, juga memberikan pelayanan KB-Kesehatan kepada ibu usia produktif.
Kegiatan posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini, dalam rangka percepatan penurunan stunting guna mewujudkan sumber daya manusia berkualitas.
"Penyelenggaraan kegiatan KB-Kesehatan, merupakan bukti implementasi dan komitmen TNI bersama Pemkab Jember dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Harus dipersiapkan sejak dini, mulai dari sejak dalam masa kandungan, kelahiran dan saat masa pertumbuhan hingga memperoleh pendidikan," pungkasnya. (rup/bp-jbr)