Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan GENNESA, Dorong Rehabilitasi Sosial Bagi Warga Binaan Kasus Narkotika Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan GENNESA, Dorong Rehabilitasi Sosial Bagi Warga Binaan Kasus Narkotika / Kacab Semeru (08-Jul-2025)
Bratapos / Daerah

Lapas Banyuwangi Gandeng Yayasan GENNESA, Dorong Rehabilitasi Sosial Bagi Warga Binaan Kasus Narkotika

Terbit : 08-Jul-2025, 17:28 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 175 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mengambil langkah strategis dalam pembinaan narapidana dengan menggandeng Yayasan Gendhog Nemu Sariro (GENNESA) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dalam program rehabilitasi sosial, khususnya bagi warga binaan yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (8/7/2025) pagi di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi.

Kolaborasi ini menandai komitmen Lapas Banyuwangi dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan secara holistik, tidak hanya menahan, tetapi juga memulihkan dan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan jati diri baru yang lebih positif.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemasyarakatan berbasis kemanusiaan dan transformasi perilaku.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang bermakna. Harapannya, mereka siap berubah dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ujar Kalapas dalam sambutan.

Program rehabilitasi ini tidak sekadar bersifat seremonial. Dalam pelaksanaannya, warga binaan akan mengikuti serangkaian kegiatan intensif seperti konseling individu dan kelompok, pembinaan mental-spiritual, serta pelatihan keterampilan hidup (life skills). Semua dirancang untuk membangun kesiapan menyeluruh, mulai dari kesiapan mental, emosional, dan sosial bagi warga binaan yang kelak akan menghirup udara bebas.

Ketua Yayasan GENNESA, Tutik Handayani, menyambut baik sinergi ini dan mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh Lapas Banyuwangi. Ia menekankan, pentingnya memberikan ruang kedua bagi mereka yang sempat tersesat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan kedua. Kami hadir untuk mendampingi proses perubahan ini agar tidak berhenti di dalam lapas, tapi berlanjut hingga mereka kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Yayasan GENNESA sendiri dikenal aktif dalam bidang rehabilitasi sosial, dengan pendekatan berbasis komunitas dan pemulihan berbasis nilai spiritual dan kearifan lokal.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, diharapkan warga binaan Lapas Banyuwangi tidak hanya menyelesaikan masa pidana secara administratif, tetapi juga mampu keluar dengan kesiapan mental, spiritual, dan keterampilan sosial yang memadai. Lebih dari itu, kerja sama ini memperkuat paradigma pemasyarakatan sebagai proses pembinaan, bukan sekadar hukuman. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu