Khidmat Idul Adha di Masjid Baitussalam Kertosari, Refleksi Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nilai Spiritual Kurban KH. Achmad Siddiq saat menyampaikan Khutbah dihadapkan Ratusan jamaah di Masjid Baitussalam Kertosari (foto: RUSLAN AG/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Khidmat Idul Adha di Masjid Baitussalam Kertosari, Refleksi Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nilai Spiritual Kurban

Terbit : 06-Jun-2025, 09:52 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 266 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Baitussalam, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, pada Jum'at (6/6/2025) pagi. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru memadati halaman masjid sejak pukul 05.30 WIB, untuk menunaikan salah satu ibadah tahunan paling agung dalam Islam.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib yakni KH. Achmad Siddiq, S.Ag., M.HI., Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari sekaligus Ketua Takmir Masjid Baitussalam. Dalam khutbahnya yang menyentuh hati, beliau mengajak seluruh jamaah untuk merenungi kembali hakikat kurban sebagai manifestasi totalitas ketaatan kepada Allah SWT.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd,” seru KH. Achmad Siddiq mengawali khutbahnya.

Beliau menekankan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada harta atau jabatan, melainkan pada iman dan takwa. Ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat yang sering kali terlupakan, seperti jantung yang berdetak dan tubuh yang bisa bergerak.

“Jika kita sadar betapa berharganya nikmat Allah SWT, sungguh tak pantas jika kita lalai dalam beribadah, apalagi meninggalkan salat lima waktu,” ujarnya.

Salah satu bagian paling menyentuh dalam khutbah tersebut adalah ketika beliau menyampaikan kisah seorang janda miskin yang menabung selama dua tahun demi membeli seekor kambing kurban untuk ibunya yang sakit.

Kisah ini, menurut beliau, menjadi simbol keteguhan hati dan keikhlasan dalam menjalankan syariat, sekaligus sindiran halus bagi mereka yang merasa tidak mampu berkurban, namun rutin menghabiskan banyak uang untuk kepentingan konsumtif.

KH. Achmad Siddiq mengutip firman Allah dalam QS. Al-An’am ayat 162:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya:

"Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam".

Ayat ini, adalah penegasan bahwa seluruh aspek hidup seorang Muslim harus dipersembahkan hanya kepada Allah SWT.

Menggali nilai spiritual di Momen Hari Raya Idul Adha, KH. Achmad Siddiq mengingatkan kembali kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, sebagai teladan sempurna dalam hal keimanan dan ketaatan.

“Ketika perintah Allah SWT datang untuk menyembelih putra tercinta, Ibrahim tidak ragu. Dan Ismail pun menjawab, ‘Laksanakanlah, wahai ayahku. Insya Allah aku termasuk orang-orang yang sabar.’ Inilah keteladanan sejati,” tuturnya dengan suara bergetar.

KH. Achmad Siddiq juga menjelaskan bahwa kurban bukan hanya ritual penyembelihan hewan, tetapi lebih dari itu sebagai simbol penyembelihan sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia, seperti amarah, rakus, iri hati, dan keserakahan.

“Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum pembersihan hati dan penguatan iman. Niatkan dalam hati: Ya Allah, aku sembelih sifat buruk dalam diriku yang menjauhkan aku dari-Mu,” pesannya.

Di akhir khutbah, sang khatib menyampaikan keprihatinannya terhadap generasi muda yang kian terseret arus teknologi dan pergaulan bebas. Ia mengajak para orang tua, untuk kembali menanamkan nilai-nilai tauhid dan keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam mendidik anak-anak

“Masjid hari ini masih hidup. Tapi apakah 10 atau 20 tahun lagi akan tetap demikian? Jawabannya tergantung bagaimana kita membentuk generasi hari ini,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah kurban, Takmir Masjid Baitussalam mencatat bahwa pada tahun ini telah menerima sebanyak 18 hewan kurban, terdiri dari 2 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Penyembelihan dilaksanakan secara bergilir, pada Sabtu (7/6/2025) mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Daging kurban nantinya didistribusikan kepada warga sekitar, kaum dhuafa, dan para mustahik.

Momentum Hari Raya Idul Adha di Masjid Baitussalam Kertosari tahun ini, bukan hanya menjadi ajang ritual tahunan, tetapi juga ruang perenungan spiritual yang mendalam. Suara takbir yang menggema berpadu dengan tausiah penuh makna dari KH. Achmad Siddiq menjadi pengingat, bahwa setiap jiwa sejatinya sedang menempuh jalan panjang menuju ridha-Nya, dan menegaskan bahwa kurban yang paling utama adalah pengorbanan ego, hawa nafsu, dan keangkuhan diri di hadapan Sang Khalik. (rag/bp-bwi) 


Pilihan Untukmu