BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025 yang digelar Polresta Banyuwangi di Lapangan Taman Blambangan, Selasa (1/7/2025) pagi, menjadi momentum strategis yang menegaskan penguatan sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Salah satu momen paling menonjol dalam upacara ini adalah kehadiran langsung Kassub Kogartab 0825/Banyuwangi, Mayor Inf W. Ali Mufid, yang menyampaikan komitmen TNI AD untuk terus mempererat kolaborasi dengan kepolisian, utamanya dalam konteks pengamanan wilayah dan pelayanan publik yang presisi.
“TNI akan selalu hadir mendukung tugas-tugas Polri dalam menjaga stabilitas nasional, khususnya di wilayah Banyuwangi. Sinergi adalah kekuatan utama kita,” ujar Mayor Inf Ali Mufid, kepada Bratapos.com usai upacara.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan penting dalam peringatan kali ini, mengingat tahun 2025 menjadi salah satu fase strategis menjelang pesta demokrasi dan transformasi kelembagaan menjelang Indonesia Emas 2045.
Upacara yang mengusung tema nasional “Polri untuk Masyarakat” ini berlangsung penuh khidmat dan diikuti lebih dari 750 peserta dari berbagai unsur, termasuk Forkopimda, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat dari Kapolda Jawa Timur yang menekankan pentingnya pelayanan berbasis integritas, humanisme, dan kolaborasi lintas sektoral. Ia juga menyinggung Grand Strategy Polri 2025–2045, sebagai arah kebijakan transformasi menuju Polri yang profesional dan adaptif.
“Hasil survei Mei 2025 mencatat kepuasan publik terhadap pemberantasan premanisme mencapai 67,4%. Ini jadi pengingat bahwa kerja kita belum selesai, dan kepercayaan publik adalah amanah besar,” tegas Kapolresta.
Momentum upacara ini juga diwarnai pembacaan doa lintas agama dari lima perwakilan keyakinan: Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Hal ini menjadi representasi konkret toleransi dan harmoni sosial di Bumi Blambangan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan atraksi Polisi Cilik, penyerahan penghargaan kepada mitra Polri dan pemenang lomba Satkamtibmas, serta tasyakuran pemotongan tumpeng oleh Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani dan pemotongan kue oleh Kapolresta untuk anggota termuda, Bripda Danar Saputra.
Kejutan sinergitas turut diberikan oleh unsur TNI, organisasi mahasiswa, perguruan silat, hingga perwakilan dari perbankan yang bersama-sama menyerahkan kue ulang tahun dan tumpeng kepada Kapolresta sebagai simbol kekompakan lintas sektor.
Sebagai wujud kesiapsiagaan dan transparansi operasional, lebih dari 30 SST (Satuan Setingkat Peleton) dari berbagai satuan dikerahkan, termasuk TNI AD, AL, Brimob, Satlantas, Polairud, Dishub, BPBD, Linmas, dan SPPG.
Sejumlah kendaraan taktis seperti perahu karet, mobil K9, kendaraan Brimob, ambulance Dokes, dan motor patroli juga dipamerkan, menegaskan kesiapan Polresta Banyuwangi dalam menghadapi segala bentuk tantangan keamanan wilayah.
Peringatan Hari Bhayangkara kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen sinergis antara TNI dan Polri sebagai dua pilar utama penjaga kedaulatan dan ketertiban nasional."
Kehadiran Mayor Inf W. Ali Mufid menjadi simbol penting bahwa stabilitas daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kokoh antara aparat keamanan dan masyarakat. Dengan semangat Presisi dan sinergi lintas sektor yang terus dipupuk, Banyuwangi optimistis menjadi bagian dari pondasi Indonesia Emas 2045. (rag/bp-bwi)