Hari Pustakawan Nasional, Penulis "Jejak Kritik" Tegaskan Pustakawan Penjaga Nalar Bangsa Hari Pustakawan Nasional, Penulis "Jejak Kritik" Tegaskan Pustakawan Penjaga Nalar Bangsa / Kacab Semeru (07-Jul-2025)
Bratapos / Daerah

Hari Pustakawan Nasional, Penulis "Jejak Kritik" Tegaskan Pustakawan Penjaga Nalar Bangsa

Terbit : 07-Jul-2025, 21:38 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 177 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Memperingati Hari Pustakawan Nasional yang jatuh setiap 7 Juli, penulis buku Jejak Kritik (2024), Moh. Husen, menyampaikan refleksi mendalam tentang peran krusial pustakawan dalam menjaga arah literasi dan nalar bangsa. Ia menegaskan bahwa pustakawan bukan sekadar penjaga rak buku, melainkan benteng intelektual yang menopang peradaban di tengah arus informasi yang kian kompleks.

“Selamat Hari Pustakawan. Mereka bukan hanya penjaga buku, tapi penjaga arah berpikir masyarakat. Pustakawan adalah pilar sunyi yang menopang kemajuan nalar bangsa,” kata Husen, saat ditemui di sela-sela kegiatannya, pada Senin (7/7/2025) sore.

Sebagai penulis esai yang aktif di berbagai platform media daring, Husen mengaku mengagumi dedikasi pustakawan yang bekerja dalam kesenyapan, namun berdampak besar terhadap penguatan budaya baca dan daya pikir masyarakat.

Menurutnya, di tengah era digital dan derasnya disinformasi, keberadaan pustakawan justru semakin relevan dan vital. Mereka tak hanya mengelola informasi, tapi juga mengedukasi publik agar tidak terjebak dalam kabut hoaks dan narasi menyesatkan.

“Di saat algoritma media sosial kerap menciptakan bias informasi, pustakawan hadir sebagai pengarah intelektual. Mereka mendorong generasi muda untuk berpikir jernih melalui literasi yang sehat dan terkontrol,” ujar Husen.

Husen juga mendorong pemerintah serta institusi pendidikan, untuk lebih serius memperhatikan nasib dan kapasitas pustakawan. Ia menilai perlu ada langkah konkret seperti pelatihan digital, peningkatan fasilitas perpustakaan, hingga insentif bagi pustakawan berprestasi.

Senada dengan Husen, jurnalis media daring Joko Wiyono yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menggarisbawahi pentingnya transformasi digital bagi profesi pustakawan.

“Pustakawan masa kini harus melek teknologi. Mereka perlu beradaptasi dan aktif di ruang digital agar mampu menjangkau spektrum pembaca yang lebih luas, terutama generasi Z dan milenial,” ungkap Joko.

Ia menambahkan, keberadaan pustakawan yang adaptif dengan perkembangan zaman akan memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang dinamis dan inklusif.

Baik Husen maupun Joko berharap, momentum Hari Pustakawan Nasional ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik balik untuk merevitalisasi peran pustakawan dalam ekosistem pendidikan dan literasi nasional.

“Pustakawan adalah aktor intelektual yang kerap luput dari panggung utama. Sudah saatnya mereka mendapat ruang, perhatian, dan penghargaan yang setara dengan kontribusinya,” pungkas Husen. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu