BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Momentum syawal dimanfaatkan PT. TRI AAA Tour and Travel untuk mempererat ukhuwah islamiyah melalui gelaran pengajian dan halal bihalal yang berlangsung khidmat di Kantor Trijaya Group, Jalan Yos Sudarso 58-60 Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pada Minggu (27/04/2025).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dihadiri tak kurang dari 300 peserta dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan menyelimuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT. TRI AAA, H. Hendrik, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para undangan. Dengan penuh keharuan, ia berbagi pengalaman pribadinya mengenai perjuangan melawan sakit berat yang sempat mengancam jiwanya saat di Madinah hingga perawatan intensif di Singapura selama sebulan penuh.
"Berkat doa Bapak-Ibu, doa anak yatim, dan para ulama, Allah SWT memberikan kesembuhan kepada saya. Semua yang terjadi adalah bentuk kasih sayang Allah SWT," ujar H. Hendrik, seraya mengajak seluruh peserta untuk terus mempererat persaudaraan dan memperhatikan anak-anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab sosial umat Islam.
Tidak hanya sekadar pertemuan silaturahmi, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian doorprize yang disambut antusias, termasuk hadiah utama berupa sebuah motor listrik.
Sebagai puncak acara, hadir KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi, yang menyampaikan tausiyah mendalam mengenai hakikat persatuan dan perjalanan spiritual umrah.
Dalam ceramahnya, KH. Wahyudi menekankan bahwa persatuan sejati tidak hanya mengikat secara fisik, melainkan harus menghimpun hati di bawah naungan rahmat Allah SWT. Ia juga mengupas makna hakiki ibadah umrah sebagai perjalanan ruhani menuju penyucian diri, serta pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan keimanan, meneladani keteguhan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail.
"Musuh terbesar manusia bukanlah dari luar, melainkan dari dalam: ketidakikhlasan diri," tegas KH. Wahyudi. Ia menekankan, bahwa ikhlas, sabar, tawakkal, dan cinta kepada Allah SWT adalah kunci kokohnya pribadi dan bangsa.
Tausiyah yang sarat hikmah ini menutup acara dengan refleksi mendalam tentang pentingnya membangun kehidupan yang diberkahi, berlandaskan iman, amal saleh, serta ikatan batin yang kuat antar sesama umat.
Dengan penuh harap, acara ini menjadi tonggak baru untuk menguatkan solidaritas, mempererat persaudaraan, dan menebarkan semangat kebaikan di tengah masyarakat. (rag/bp-bwi)