BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Jelang kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Banyuwangi dan Bondowoso, aparat keamanan menggelar apel pasukan pengamanan VVIP secara besar-besaran. Sebanyak 4.000 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan guna menjamin seluruh agenda kenegaraan berjalan aman dan tertib.
Apel yang berlangsung di Taman Blambangan, Banyuwangi, pada Minggu (22/6/2025), dipimpin langsung oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, dan dihadiri oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Kohir menekankan bahwa pengamanan terhadap pejabat VVIP seperti Wakil Presiden bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab strategis negara.
“Pengamanan VVIP adalah tugas negara yang harus dilaksanakan secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Setiap personel wajib memahami SOP, peran, serta koordinasi lintas sektor,” tegas Danrem 083/Baladhika Jaya.
Apel tersebut tak hanya menjadi bentuk konsolidasi personel, tetapi juga ajang finalisasi pengecekan kesiapan perlengkapan taktis, komunikasi, dan pengaturan posisi tugas, termasuk sistem deteksi dini potensi gangguan keamanan.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan secara detail seluruh titik kunjungan Wapres, termasuk potensi kerawanan dan langkah antisipasi terpadu bersama TNI dan pemda.
“Kami pastikan seluruh jajaran Polresta dalam posisi siaga penuh. Pengamanan ini bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga soal kecepatan respons dan presisi tindakan di lapangan,” ujar Kombes Pol Rama.
Kunjungan kerja Wapres Gibran ke dua wilayah tapal kuda ini dijadwalkan mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan pelayanan publik.
Apel gelar pasukan ini menjadi simbol komitmen dan kesiapan penuh Banyuwangi dalam menyambut kehadiran pemimpin nasional, sekaligus menunjukkan soliditas aparat dalam menjaga stabilitas dan wibawa negara di tingkat lokal. (rag/bp-bwi)