LUMAJANG || Semeru.bratapos.com – Perayaan akbar Yadnya Kasada Suku Tengger di kawasan Gunung Bromo semakin meriah dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Tosan Aji Adipati Nambi Lumajang.
Paguyuban yang dikenal dengan komitmennya terhadap pelestarian sejarah dan budaya ini, turut serta dalam resepsi malam Yadnya Kasada yang digelar megah di Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (10/06/2025) malam.
Kehadiran Paguyuban Adipati Nambi menambah semarak acara yang juga dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon, secara tegas menyatakan pentingnya gelaran Yadnya Kasada untuk dikenal dunia karena kekayaan budayanya yang luar biasa.
"Kebudayaan harus terus dilestarikan dan dikembangkan, menjadi pondasi setiap pembangunan di Indonesia, sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo," ujar Fadli Zon, yang menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya.
Perwakilan dari Paguyuban Adipati Nambi, nampak antusias mengikuti jalannya resepsi, yang menjadi puncak dari rangkaian upacara Yadnya Kasada.
Ketua Adipati Nambi, Adin Malik, yang hadir bersama anggotanya menyampaikan, "Kehadiran kita menegaskan, jalinan erat antara berbagai komunitas budaya dalam upaya melestarikan tradisi luhur Nusantara," ujar Adin .
"Kita berharap terkait pelestarian budaya ini, mari kita miliki dan kita lestarikan secara bersama," imbuhnya.
Bupati Probolinggo, Gus Haris, juga turut menyampaikan harapannya agar Bromo tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, namun juga memiliki nilai sejarah yang kuat, yang diharapkan dapat memperpanjang durasi tinggal wisatawan dan menjaga keberadaan masyarakat Tengger.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon bersama dengan Raja Juli Antoni dikukuhkan sebagai 13 tokoh kehormatan Suku Tengger. Pengukuhan tersebut, dilakukan secara simbolis dengan pengalungan selendang kuning oleh Romo Dukun Pandita Sutomo, sebagai wujud terima kasih dan penghormatan dari Suku Tengger.
Kehadiran Paguyuban Adipati Nambi dalam momen bersejarah ini, turut menjadi saksi bisu akan komitmen bersama dalam merajut dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. (unang/bp-lmj)