PASURUAN || Semeru.bratapos.com – Menanggapi informasi dan aduan para wali murid SMP Negeri 2 Kejayan, Pasuruan, Ketua Umum LSM Cinta Damai, Hanan, Angkat Bicara dan akan mengambil langkah tegas atas sikap dari salah seorang guru yang menyatakan bahwa Lembaga SMP Negeri 2 Kejayan tidak bersalah. Bahkan menganggap adanya pemberitaan yang ramai di beberapa media online itu tidak benar.
"Kami sudah mengantongi data. Dari rekaman video sangat jelas bahwa oknum guru telah menerima uang dari wali murid. Ditambah dengan beberapa bukti lainnya," ujar Hanan, Selasa (06/08/2024).
"Diduga juga ada 2 oknum wali murid yang jadi Back up di sekolahan tersebut. Terlebih mereka menyatakan tetap bersikukuh bahwa Lembaga SMP Negeri 2 Kejayan tidak bersalah", sambungnya.
Berdasarkan aduan serta bukti yang sudah dikantonginya, Hanan menjelaskan, bahwa dia sudah melakukan koordinasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) setempat. Diterangkan juga bahwa apa yang telah dia koordinasikan sesuai dengan Chat WhatsApp yang ada didalam grup Wali Murid, dimana seorang guru berinisial IQ mengatakan dengan jelas kalau berita di media online itu adalah SALAH.
Selain itu, secara tiba-tiba Hanan mendapat telepon yang mengaku salah satu wali murid SMP Negeri 2 Kejayan. Dari obrolan itu, kami menduga bahwa wali murid tersebut membackup atas permasalahan yang saat ini terjadi.
"Kami menirukan apa yang diomongkan saat telepon tadi, bahwasanya pihak sekolah mengatakan tidak bersalah," terang Hanan.
Untuk mengurai benang kusut permasalahan yang terjadi di SMP Negeri 2 Kejayan. Tim media Bratapos.com menemui seorang wali murid berinisial DM, ia menyampaikan bahwa di grup wali murid sempat ramai, dan ada seorang guru mengatakan pemberitaan terkait penarikan iuran yang di Ekspos di media online itu BOHONG.
Bahkan didalam grup tersebut sempat bersautan, ada yang menyebut selama 1 tahun sekolah di SMP Negeri 2 Kejayan tidak pernah ada penarikan iuran, dan ini memunculkan dugaan kuat adanya PUNGLI.
"Apalagi banyak wali murid merasa keberatan dengan pembayaran yang di wajibkan oleh pihak sekolah," ucap DM.
Lebih lanjut DM mengungkapkan, bahwa dirinya sempat diminta datang ke sekolah oleh wali murid lain, namun DM tidak berkenan hadir.
"Secara pribadi saya bertanya-tanya, apa maksud dan tujuan wali murid tersebut meminta saya datang ke sekolah?," ungkap DM dengan penuh selidik. (ag/bp-psr)