Dandim 0825/Banyuwangi Tegaskan Komitmen Pelestarian Alam Melalui Rehabilitasi Lahan Kritis Dandim 0825/Banyuwangi Tegaskan Komitmen Pelestarian Alam Melalui Rehabilitasi Lahan Kritis (foto: Doc.Istimewa/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Dandim 0825/Banyuwangi Tegaskan Komitmen Pelestarian Alam Melalui Rehabilitasi Lahan Kritis

Terbit : 26-Apr-2025, 18:34 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 146 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Komitmen Banyuwangi terhadap pelestarian lingkungan kembali diperkuat. Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung dalam aksi "Rehabilitasi Lahan Kritis" di kawasan Aghatis Forest, Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, pada Sabtu (26/04/2025).

Sekitar 100 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, Perhutani, hingga masyarakat setempat, turut ambil bagian dalam program revitalisasi kawasan perlindungan setempat (KPS) yang tengah mengalami degradasi ekologis akibat tekanan aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Kegiatan dimulai dengan santunan kepada anak-anak yatim piatu, diikuti lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, menghadirkan nuansa kebersamaan yang kuat sebelum memasuki inti acara.

General Manager Operasional PT Bumi Suksesindo (BSI), Rully Franza, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini menargetkan penanaman 6.666 bibit pohon multiguna di atas lahan seluas 60 hektare.

"Kami berharap, rehabilitasi ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui hasil hutan bukan kayu," ujar Rully.

Sementara Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Banyuwangi dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa. Melalui gerakan bersama seperti ini, kita menanam investasi hijau untuk masa depan, sekaligus memperkuat predikat geopark dunia yang telah kita raih," kata Bupati Ipuk.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi membutuhkan komitmen panjang dalam perawatan dan pemeliharaan.

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman pohon petai secara simbolis oleh para pimpinan Forkopimda, sebagai lambang tumbuhnya harapan baru bagi keberlangsungan lingkungan hidup di Banyuwangi.

Dalam pernyataannya, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengawal upaya konservasi ini.

"Rehabilitasi lahan kritis adalah bagian dari tanggung jawab kita menjaga bumi untuk generasi mendatang. Kodim 0825 siap bersinergi dengan pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam memperluas gerakan penghijauan di Banyuwangi," tegas Dandim 0825.

Aksi rehabilitasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk mengurangi dampak perubahan iklim, memperkuat ketahanan ekosistem, dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan berlangsung tertib hingga siang hari, membawa optimisme baru bahwa Banyuwangi akan terus tumbuh sebagai daerah yang hijau, lestari, dan berwawasan masa depan. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu