BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., mengikuti kegiatan Video Conference (Vidcon) Serapan Gabah bersama Bulog dan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Jenderal Soeharto Makodim 0825/Banyuwangi, pada Rabu (19/03/2025).
Vidcon ini bertujuan untuk mengoptimalkan serapan gabah dari petani di Banyuwangi guna menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam forum ini, TNI, Bulog, dan Dispertan membahas berbagai strategi serta solusi untuk menghadapi tantangan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Arh Joko Sukoyo menegaskan komitmen TNI khususnya Kodim 0825/Banyuwangi, dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Ia menyampaikan, bahwa serapan gabah dari petani harus dioptimalkan agar kesejahteraan petani tetap terjaga dan distribusi pangan berjalan lancar.
"Kodim 0825/Banyuwangi siap mendukung penuh pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kami akan membantu memastikan hasil panen petani terserap dengan baik oleh Bulog, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan stabil," ujar Dandim 0825/Banyuwangi dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti beberapa kendala yang sering dihadapi di lapangan, seperti fluktuasi harga gabah, keterbatasan gudang penyimpanan, serta distribusi hasil panen. Oleh karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah berjalan maksimal.
Vidcon ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Bulog, Dispertan, serta jajaran Kodim 0825/Banyuwangi. Beberapa langkah strategis yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain:
1. Peningkatan koordinasi antara TNI, Bulog, dan Dispertan dalam pengawasan dan penyerapan gabah dari petani.
2. Pemberdayaan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi distribusi hasil panen.
3. Penyesuaian harga pembelian gabah oleh Bulog, agar lebih kompetitif dan menguntungkan petani.
4. Penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi, guna menghindari surplus tanpa solusi pasar.
5. Sosialisasi kepada petani terkait kebijakan serapan gabah, agar mereka tidak mengalami kerugian.
Diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak, guna meningkatkan efektivitas program serapan gabah di Banyuwangi.
Keikutsertaan Dandim 0825/Banyuwangi dalam Vidcon ini, menunjukkan peran TNI dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Dengan adanya koordinasi yang erat antara pemerintah, TNI, dan Bulog, diharapkan serapan gabah dari petani Banyuwangi semakin optimal, sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata, bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan negara, tetapi juga turut serta dalam membangun ketahanan pangan sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat. (rag/bp-bwi)