Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Kecelakaan Laut KMP Tunu Pratama Jaya Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Kecelakaan Laut KMP Tunu Pratama Jaya (foto: Dok.Istimewa/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Rapat Evaluasi Penanganan Kecelakaan Laut KMP Tunu Pratama Jaya

Terbit : 07-Jul-2025, 20:17 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 136 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menghadiri rapat evaluasi penanganan musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. 

Rapat digelar di Kantor ASDP Ketapang, Banyuwangi, pada Senin (7/7/2025), dan dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pencarian, Pertolongan, dan Kesiapsiagaan BNPP Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno.

Forum ini menjadi titik strategis dalam memperkuat koordinasi lintas lembaga dan instansi dalam menghadapi bencana laut. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap prosedur, pelibatan personel, serta efektivitas sistem tanggap darurat yang selama ini dijalankan dalam operasi penyelamatan.

Dalam arahannya, Laksamana Muda (Purn) Ribut Eko Suyatno menegaskan urgensi peningkatan sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, hingga unsur maritim lainnya. 

“Kecelakaan maritim tidak boleh hanya ditangani secara teknis, tapi harus disiapkan secara sistemik dan terintegrasi. Keselamatan manusia adalah prioritas,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Letkol Arh Joko Sukoyo menyampaikan komitmen kuat TNI AD, khususnya Kodim 0825/Banyuwangi, dalam mendukung penuh seluruh tahapan penanganan musibah. 

“Kami terus kerahkan personel di lapangan, termasuk dalam proses pencarian, evakuasi, serta pendampingan terhadap keluarga korban. Kodim siap memperkuat semua kebutuhan logistik dan operasional yang diperlukan,” ujar Dandim 0825.

Ia juga menekankan bahwa kehadiran TNI bukan sekadar unsur bantuan teknis, tetapi sebagai garda moral yang memberi rasa aman dan tenang bagi masyarakat yang terdampak langsung. Pendampingan intensif terhadap keluarga korban, dilakukan di titik-titik penampungan sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang.

Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momen reflektif dan strategis, tidak hanya untuk merespons peristiwa tragis KMP Tunu Pratama Jaya, tetapi juga sebagai pijakan dalam membangun sistem penanggulangan kecelakaan laut yang lebih tangguh di masa depan.

Dengan keterlibatan aktif seluruh unsur, pemerintah optimistis proses pencarian korban yang masih hilang dapat dipercepat, dan pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih humanis, efektif, dan menyeluruh. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu