BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Kepedulian TNI terhadap rakyat kembali tercermin melalui aksi nyata di tengah tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodim 0825/Banyuwangi secara aktif mendampingi keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.
Sejak Senin (7/7/2025), para Babinsa hadir langsung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Keluarga Korban yang berlokasi di sekitar Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.
Dengan empati dan ketulusan, mereka memberikan penguatan moral, menyampaikan informasi yang relevan, serta memastikan setiap keluarga mendapatkan pendampingan yang layak secara psikologis maupun logistik.
Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa kehadiran Babinsa bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan TNI kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin mereka merasa sendiri dalam menghadapi cobaan ini. Pendampingan terhadap keluarga korban menjadi prioritas penting di samping proses pencarian. Semua unsur, baik TNI, Polri, Basarnas, maupun relawan terus bergerak tanpa henti,” ungkap Dandim 0825.
Selain memberikan semangat kepada para keluarga korban, Babinsa juga turut menjembatani komunikasi antara keluarga dan instansi yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi. Hal ini dilakukan, agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah suasana duka.
Lebih dari sekadar aksi simpatik, langkah yang dilakukan Kodim 0825/Banyuwangi ini mencerminkan kehadiran TNI sebagai kekuatan yang tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga berdiri kokoh di barisan depan saat rakyatnya tertimpa musibah.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga mendapat apresiasi dari sejumlah keluarga korban, yang merasa lebih tenang dan terbantu secara emosional di tengah ketidakpastian yang mereka alami.
"Kami tahu kondisi ini berat bagi mereka, tapi kami ingin mereka tahu bahwa negara hadir bersama mereka. TNI ada bukan hanya saat perang, tapi juga saat rakyat butuh penguatan jiwa," tutup Letkol Arh Joko Sukoyo. (rag/bp-bwi)