Babinsa Desa Balak Turut Evakuasi Lansia yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan Songgon Babinsa Desa Balak Turut Evakuasi Lansia yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan Songgon / Kacab Semeru (28-Apr-2025)
Bratapos / Daerah

Babinsa Desa Balak Turut Evakuasi Lansia yang Ditemukan Meninggal di Perkebunan Songgon

Terbit : 28-Apr-2025, 09:15 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 133 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com – Peran aktif aparat teritorial kembali terbukti saat Serka Pujiyanto, Babinsa Desa Balak dari Koramil 0825/20 Songgon, terjun langsung dalam pencarian dan evakuasi jenazah seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan Dusun Derwono, Desa Balak, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Korban diketahui bernama Atim (76), warga Dusun Wonorejo RT 001/RW 001, Desa Balak. Ia dilaporkan hilang sejak Minggu (20/04/2025) dan ditemukan tak bernyawa empat hari kemudian pada Rabu (23/04/2025) pagi, tergeletak di pinggir tebing setinggi dua meter di kebun milik warga setempat.

"Mendapat laporan dari warga, kami segera melakukan pencarian mandiri sejak pukul 06.30 WIB bersama perangkat desa dan masyarakat. Setelah menyisir area perkebunan, korban berhasil ditemukan di lokasi yang cukup sulit dijangkau," terang Serka Pujiyanto, pada Senin (28/04/2025).

Usai penemuan, Babinsa berkoordinasi cepat dengan pihak Kepolisian Sektor Songgon dan Puskesmas Songgon. Proses evakuasi dilakukan secara terpadu, dan jenazah Atim langsung dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan medis dari Puskesmas Songgon menemukan luka lebam di bagian mulut dan hidung korban. Dugaan sementara, Atim meninggal akibat luka benturan setelah terjatuh dari tebing di area perkebunan.

"Hasil pemeriksaan awal, menunjukkan korban jatuh dari ketinggian sekitar dua meter. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain," tambah Serka Pujiyanto.

Dalam proses penanganan kasus ini, Babinsa bersinergi erat dengan Kapolsek Songgon AKP Maskur, S.H., Kepala Puskesmas Songgon H. Dadang Tripitoko, S.Kep., Ners., pihak kepolisian, serta Kepala Desa Balak, Kurnia Cahya S.

"Sinergi Babinsa dengan unsur kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa sangat penting untuk memastikan setiap tahapan penanganan berjalan cepat dan sesuai prosedur. Ini juga bagian dari upaya menjaga ketenangan warga," ujar Kades Balak, Kurnia Cahya S.

Proses pencarian hingga evakuasi, berlangsung tertib dan mendapat dukungan penuh dari keluarga korban. Pihak keluarga, dalam pernyataannya, menolak dilakukan otopsi dan menyatakan menerima musibah ini sebagai takdir, tanpa tuntutan hukum lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian ekstra terhadap kaum lansia, terutama yang memiliki kebiasaan bepergian sendiri di area rawan seperti perkebunan bertopografi curam. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu