Anggota Kodim 0825 Bersama Tim Gabungan Evakuasi Mayat Korban KMP Tunu Pratama Jaya di Pantai Boom Banyuwangi Anggota Kodim 0825 Bersama Tim Gabungan Evakuasi Mayat Korban KMP Tunu Pratama Jaya di Pantai Boom Banyuwangi (foto: Dok.Istimewa/Bratapos.com)
Bratapos / Daerah

Anggota Kodim 0825 Bersama Tim Gabungan Evakuasi Mayat Korban KMP Tunu Pratama Jaya di Pantai Boom Banyuwangi

Terbit : 08-Jul-2025, 16:22 WIB // Pewarta : Kacab Semeru, Editor : Kacab Semeru // Viewers : 134 Kali

 

BANYUWANGI || Semeru.bratapos.com — Proses evakuasi korban tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya terus menunjukkan progres signifikan. Pada Selasa (8/7/2025) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, satu jenazah berhasil dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Rakyat Boom Marina, Banyuwangi. 

Jenazah tersebut, sebelumnya ditemukan oleh nelayan di perairan Selat Tanjung Anjir Sembulungan dan diduga kuat merupakan salah satu penumpang kapal nahas tersebut.

Penemuan jenazah bermula saat kapal nelayan Gardan Panila melintas di lokasi sekitar pukul 01.24 WIB dan melihat benda mencurigakan mengapung. Setelah dipastikan merupakan jasad manusia, nelayan segera melaporkan ke pihak berwenang. 

Tak butuh waktu lama, tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke darat melalui Pelabuhan Perikanan Muncar. Dari sana, jenazah kemudian dibawa dengan speed boat milik Polairut ke Pantai Boom Marina dan dilanjutkan ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi oleh tim DVI.

Evakuasi ini melibatkan lintas sektor, menunjukkan sinergi luar biasa antar instansi. Hadir dalam proses tersebut antara lain Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Kabid Airut Polda Jatim Kombes Arman, Danramil 0825/01 Kota Kapten Kav Andoko, serta perwakilan dari Basarnas, Polairut, dan Babinsa Kelurahan Mandar, Serda Nur Rendra E.P. Kehadiran langsung para pimpinan ini menjadi simbol kuatnya komitmen aparat dalam misi kemanusiaan ini.

Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa TNI akan terus bersiaga dan mendukung penuh upaya pencarian serta evakuasi korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi ini. TNI akan terus hadir, bersinergi dengan seluruh unsur, hingga proses evakuasi seluruh korban benar-benar tuntas,” tegas Dandim 0825.

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali telah mengguncang publik, dan hingga kini masih menyisakan pekerjaan besar bagi aparat dalam misi pencarian. Namun, kolaborasi solid antara aparat, relawan, dan masyarakat nelayan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama bangsa ini dalam menghadapi bencana. (rag/bp-bwi)


Pilihan Untukmu